Warga Karangreja Berburu Sembako Murah

DINNAKAN – Ribuan warga masyarakat Kecamatan Karangreja, Kamis (30/7) berburu sembako murah yang digelar dalam kegiatan Pasar Murah Tim Penggerak PKK Kabupaten Purbalingga. Meski sudah diawali dengan pembagian kupon, mereka harus mengantre sejak pukul 05.00 pagi sebelum akhirnya dibuka oleh Bupati Purbalingga Tasdi sekira pukul 09.00 WIB.

Sejumlah warga mengaku senang dengan adanya pasar murah yang diadakan oleh Pemerintah kabupaten (Pemkab) Purbalingga. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan tiap tahun menjelang Idul Fitri. Diantara warga bahkan ada yang menjadi relawan bagi warga lainnya untuk berbelanja sesuai dengan kupon yang dititipkan kepadanya.

“Alhamdulillah bersyukur, sangat membantu ekonomi mayarakat seperti kami,” kata Muji salah seorang warga Desa Karangreja.

Warga lainnya, Adis asal Desa Purbasari berharap kegiatan pasar murah di wilayahnya dapat diselenggarakan setiap tahun dan lebih banyak lagi barang kebutuhan yang dijual dengan harga murah. “Senang. Saya beli beras harganya Rp 35.000 per kantong. Ya lebih murah dari harga pasar. Saya harap bisa ada tiap tahun untuk meringankan beban keluarga,” kata Adis sambil memanggul tiga kantong beras premium yang baru dibelinya.

Bupati Purbalingga Tasdi saat membuka pasar murah yang dipusatkan di lapangan SD Negeri 1 Karangreja mengaku akan memprogramkan kegiatan pasar murah jelang idul fitri pada tahun mendatang dapat diadakan di tiap kecamatan. Tidak hanya di dua kecamatan seperti tahun ini yang hanya diadakan di Kecamatan Karangjambu (28/7) dan Karangreja (30/7).

“Nanti kami akan berembuk supaya pasar murah dapat diadakan di 18 kecamatan. Artinya tiap kecamatan dapat diadakan kegiatan seperti ini,” katanya.

Diungkapkan Tasdi, pemilihan dua kecamatan yakni Karangjambu dan Kertanegara sebagai lokasi pelaksanaan pasar murah, karena dua kecamatan tersebut masih menjadi wilayah termiskin di kabupaten Purbalingga. “Jadi bukan karena KKN atau apa. Tetapi karena daerah kelahiran bupati memang masih jadi daerah paling miskin di Purbalingga,” jelasnya.

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Purbalingga Ny Erni Tasdi menuturkan, pasar murah diadakan selama dua hari yakni di Kecamatan Karangjambu pada Selasa (28/7) dan Kecamatan Karangreja pada Kamis (30/7). Tujuannya untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu terutama dalam menghadapi lebaran yang tinggal beberapa hari lagi.

“Kita adakan setiap tahun pada bulan Ramadan menjelang Idul Fitri. Yang kita jual adalah kebutuhan pokok masyarakat dengan harga jauh di bawah harga pasar,” jelasnya.

Selain barang kebutuhan yang dijual bebas, pasar murah yang diselenggarakan oleh TP PKK Purbalingga menyediakan ribuan paket sembako dengan harga murah. Dicontohkan, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi jawa Tengah ikut berpartisipasi dalam pasar murah dengan menyediakan 850 paket sembako seharga Rp 70.000 yang dijual seharga Rp 20.000. Gabungan Pengusaha Tionghoa atau para pengusaha pertokoan di Purbalingga juga ikut menyediakan 500 paket masing-masing seharga Rp 75.000 dan dijual kepada masyarakat seharga Rp 25.000.

“Saya bersyukur tahun ini sangat banyak stakeholder yang ikut bergabung dalam kegiatan ini. Mudah-mudahan tahun depan dapat lebih ditingkatkan lagi. Sehingga harapan Pak Bupati diadakan di tiap kecamatan dapat terwujud,” pungkas Erni yang juga aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Purbalingga.

Pada dua kegiatan pasar murah itu, juga diberikan paket daging gratis masing-masing dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinakan) sebanyak 600 paket, Kadin 200 paket dan Gabungan Asosiasi Jasa Konstruksi sebanyak 200 paket. (Pita/Hadiyanto)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *